Yuk Belajar Membuat Kue Kering di Perpustakaan

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Hal ini dianggap penting karena SDM menjadi modal awal untuk membangun suatu bangsa. Membekali masyarakat dengan ketrampilan dan pengetahuan pun bisa dilakukan di perpustakaan. Mengingat perpustakaan adalah institusi yang menyediakan informasi dan sumber daya pengetahuan yang bisa diakses oleh masyarakat luas tanpa dibatasi sekat suku, ras, agama, usia atau pun jenis kelamin. Oleh karena itu pada Senin, 9 September 2019 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur telah mengadakan Kursus Singkat Kue Kering dan Basah dalam rangka kegiatan pelibatan masyarakat untuk mewujudkan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.  Perpustakaan juga memiliki peran strategis dalam membekali masyarakat dengan pengetahuan sekaligus ketrampilannya. Dalam sambutannya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur, H. Marwan, S.Pd.,S.Sos menyampaikan bahwa perpustakaan tidak lagi seperti kita kenal dahulu, sekedar melayani peminjaman dan baca buku saja. Tapi dengan adanya program perpustakaan berbasis inklusi sosial, perpustakaan daerah diharapkan bisa lebih terbuka untuk melakukan pendekatan pelayanan kepada masyarakat. Agar masyarakat dapat terlibat dala berbagai kegiatan perpustakaan. Pada intinya  program ini bisa mewujudkan tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat penggunanya.

Hal serupa dijelaskan Kepala Bidang Perpustakaan, Amin Kutbi, S.Sos selaku ketua panitia, dalam laporannya disampaikan maksud dan tujuan diadakannya kursus singkat kue kering ini. Maksud kegiatan ini yaitu peserta diharapkan bisa mengembangkan diri untuk memiliki kemampuan dalam berwirausaha, termasuk di dalamnya menciptakan peluang kerja baru untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar sehingga tercipta masyarakat yang sejahtera. Adapun tujuan kegiatan ini yaitu pengenalan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial, penguatan kerjasama dan jejaring perpustakaan dengan dunia usaha, pendampingan masyarakat untuk literasi informasi, penguatan literasi untuk kesejahteraan dan meningkatkan jumlah kunjungan ke perpustakaan daerah.

Total peserta yang mengikuti kursus kue kering ini adalah 100 orang yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat umum. Walaupun sebagian besar didominasi oleh kelompok perempuan maupun pelaku usaha mikro khususnya di bidang kuliner. Narasumber kegiatan ini yaitu Family Catering Selong, di mana peserta mendapatkan materi tentang cara membuat kue seperti nastar, cupcake coklat, roll cake batik dan roti piscok. Kegiatan kursus yang gratis diadakan ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Hampir semua peserta menyatakan puas dan sangat ingin jika kegiatan seperti ini bisa diadakan rutin. Mereka menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan dan membekali diri dengan semangat berwirausaha. Apalagi di era kekinian saat ini kita dituntut kreatif dan mampu mandiri dengan berbagai inovasi usaha berbasis teknologi. Masyarakat dengan mudahnya saat ini memasarkan produknya secara online dengan gratis melalui medos ataupun jasa kurir online.

 

Kadis DPK Lotim dan Kabid Perpustakaan saat membuka kegiatan
Buku bacaan sumber membuat kue
Proses praktik membuat kue
Salah satu roti hasil belajar pemustaka di perpustakaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *