Sosialisasi Perpusdes Replikasi Mitra Perpuseru Lombok Timur Tahun 2018

Pada tanggal 15 Mei 2018 telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Perpustakaan Desa Replikasi Mitra Perpuseru di Kabupaten Lombok Timur di Gedung Serbaguna Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 3 desa replikasi tahun 2018 yaitu Desa Masbagik Utara Baru, Lenek Lauq, dan Aikdewa. Ketiga desa ini dianggap layak untuk mengikuti program perpuseru karena telah memenuhi standar perpustakaan desa secara umum terutama komitmen Kepala Desa untuk penganggaran dan kebijakan.

Foto bersama seluruh peserta dan pemateri

Kegiatan yang menjadi program Bidang Pembinaan dan Pengembangan (PP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lombok Timur menjadi rutinitas tahunan sebagai bentuk keberlanjutan dari program perpuseru yang digagas oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) sejak tahun 2012. Kepala Bidang PP, Lalu Nadi Abidin Ali, SP., MM mengatakan bahwa tahun 2018 ini DPK Lotim telah menyiapkan 3 unit komputer bagi 3 desa replikasi sekaligus kegiatan pengembangan kapasitas tenaga pengelolanya melalui pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan (SPP) serta Pelatihan Komputer dan Internet Dasar. Juga telah dirancang berbagai kegiatan lanjutan untuk mendukung pengembangan perpustakaan desa berbasis IT hingga akhir tahun 2018 ini.

Jabullah, S.Pd (Kasi Pengembangan Minat Baca) menyerahkan dorprize kepada Khairul Ikhsan, A.Md (Kades Masbagik Utara Baru) atas keaktifannya selama kegiatan

 

Kegiatan sosialisasi ini diikuti 3 desa yang masing-masing mengutus 5 orang peserta yang terdiri dari Kepala Desa, Staf Desa, Kepala Perpusdes, Kelompok Perempuan dan Pemuda yang peduli pada pengembangan perpustakaan desa/kelurahan. Bapak Khairul Ikhsan, A.Md, Kepala Desa Masbagik Utara Baru yang hadir pada kegiatan tersebut sangat antusias dengan program perpuseru. Beliau sudah lama merencanakan untuk mengembangkan kualitas SDM desa nya melalui perpustakaan desa. Kami sedang mengembangkan perpustakaan kami agar dapat mudah dijangkau masyrakat dan kedepan akan dilengkapi juga dengan sarana teknologi informasi seperti wifi dan internet gratis bagi pengunjung, papar beliau. Adanya perpuseru diharapkan dapat meningkatkan peran perpustakaan desa dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan pelibatan masyarakat, peningkatan layanan TIK dan advokasi.

Lalu Nadi Abidin Ali, SP.,MM (Kabid PP) saat memberikan materi

Sekdes Lenek Lauq yang berkesempatan hadir saat itu pun telah berkomitmen dengan Bapak Kades agar perpustakaan desa di Lenek Lauq dapat menjadi pusat kegiatan dan belajar masyarakat berbasis TIK. Harus diakui kami belum mengelola perpustakaan desa ini dengan optimal sehingga belum dapat terlihat manfaatnya bagi masyarakat. Namun kami telah menganggarkan di tahun 2018 ini sejumlah 25 juta rupiah untuk perpustakaan desa berbasis TIK sebagai wujud komitmen kami melaksanakan program perpuseru, pungkas Bapak Sekdes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *