Supervisi Perpustakaan di Kantor Desa Sakra Selatan

Pada tanggal 3 September 2018 Tim Pembinaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur telah melaksanakan pembinaan di Kantor Desa Sakra Selatan. Tim dikoordinir oleh Ibu Kamerariningsih selaku Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan beserta anggota yang terdiri dari pustakawan dan fasilitator. Tim disambut oleh Kepala Desa Sakra Selatan, Bapak Mahdi serta Ibu Zohrah selaku Pengelola perpusdes. Kondisi Perpusdes “Bunut Telu”, nama dari Perpustakaan Desa Sakra Selatan ini memang masih jauh dari harapan. Perpusdes yang telah menerima bantuan stimulan buku dan rak dari perpustakaan provinsi NTB tahun 2011 ini masih belum memiliki ruangan khusus sehingga sementara ini diletakkan di ruang lobi kantor desa.

Sejak 2011 perpusdes belum dapat berjalan maksimal, ujar Bu Zohrah. Namun setiap harinya selalu ramai anak-anak sekolah SD di sini datang untuk membaca buku. Apalagi ibu-ibu PKK/Posyandu juga senang mencari buku-buku tentang resep masakan. Ya tapi karena tidak ada pengelola khusus jadi banyak buku yang dipinjam tidak kembali karena tidak dicatat di buku peminjaman, tambahnya. Bu Zohrah sendiri merupakan Kaur Keuangan yang diperbantukan mengelola perpusdes dan sudah mendapat pelatihan/bimtek dari Provinsi tahun 2011. Namun karena kesibukan pula sehingga beliau tidak dapat fokus untuk mengelola perpusdes. Jumlah buku dulu awalnya berjumlah 501 judul 1000 eksemplar. Akan tetapi saat ini jumlahya paling sekitar 400 eksemplar saja. Hal inilah yang menjadi kendala di Sakra Selatan.

Tim DPK Lotim pun memberikan pengarahan terkait pengelolaan perpusdes, sesuai dengan Peratura Menteri Desa tahun 2017 tentang prioritas alokasi Dana Desa 2018 bahwa Dana Desa dapat digunakan untuk operasional perpustakaan desa. Bahkan sudah diatur di Perbup bahwa selain itu dapat pula dianggarkan untuk pembanguan gedung, pengadaan buku serta sarana pendukung lainya seperti rak buku dan komputer. Melalui pengarahan ini lah Bapak Kades akan mengusulkan pada musrenbangdes bahwa perpustakaan harus dianggarkan, minimal untuk pengadaan 100 eksemplar buku bacaan anak dan insentif pengelola perpusdes untuk 1 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *