Penilaian Lomba Perpusdes Tingkat Nasional di Rempung

Kamis, 1 Agutus 2019 Lombok Timur khususnya Desa Rempung punya gawe besar yaitu penilaian Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Nasional. Perpustakaan Desa Rempung berhak mewakili Provinsi NTB ke kancah nasional setelah menjadi Juara I di Tingkat Kabupaten dan Provinsi. Tim Juri yaitu T. Syamsul Bahri (Ketua Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia), Ahamad Adli Harahap (Kementerian Dalam Negeri) dan Erni Romlah (Perpustakaan Nasional RI). Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli yang mewakili Bupati Lombok Timur serta dihadiri oleh pejabat di lingkup Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur, segenap pimpinan OPD atau pejabat yang mewakili, Camat, Kepala Desa dan seluruh lapisan masyarakat Desa Rempung baik dari pelajar, guru, kader PKK dan lainnya. Kepala Desa Rempung, Umar Ubaid selalu berkomitmen dan mendukung penuh atas kegiatan perpustakaan desa karena dinilai sangat bermanfaat dan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia khususnya di Rempung. Hal ini lah yang membuat acara penilaian semakin meriah. Kepala Perpusdes Rempung (Muh. Irawadi) menyampaikan presentasinya di depan para juri dengan menampilkan profil dari Perpusdes Rempung mulai dari jenis-jenis layanannya, data statistik perpustakaan, kemitraan dan promosi serta bagaimana impactnya bagi masyarakat yang ternaya mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Irawadi menceritakan bagaimana di desanya ada penyandang disabilitas yang sebelumnya tidak memiliki semangat hidup namun mampu membangkitkan motivasi dan semangatnya berkat Perpusdes. Setelah mendapat motivasi dan informasi dari Perpusdes para penyandang disabilitas ini dapat terus berkegiatan dan menafkahi keluarganya setelah mendapat pengetahuan untuk memodifikasi motor roda tiga. Berkat kendaraan motor roda tiga kerja sama Perpusdes dan perbengkelan di Rempung yang terkenal sebagai gudangnya para ahli perbengkelan, akhirnya semangat hidup itu pun berkobar lagi. Itu lah sedikit cerita dampak dan manfaat dari adanya layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial di rampung. Selain itu juga ada produk UKM dan kemitraan dengan Gramedia Lombok dalam bentuk bazar buku murah yang ternyata sangat laris diminati masyarakat.
Berbagai inovasi pun sudah digiatkan Perpusdes Rempung untuk menjemput bola dan melayani masyarakat yang tidak memiliki kesempatan datang langsung ke Perpusdes yaitu melalui program TALIRASA (Perpustakaan keliling Masyarakat Desa Rempung) yang melayani sekolah dan posyandu. Adapun program lain yang sudah dilaksanakan seperti kursus komputer bagi 1000 masyarakat yang sangat digemari oleh kalangan pelajar, membuat ruang baca terbuka dan panggung seni kreasi, kantin baca, layanan wifi gratis, serta berlatih ketrampilan yang sumbernya berasal dari buku bacaan di perpusdes.
Layanan perpustakaan desa pun sudah berbasis otomasi dengan menerapkan aplikasi Inlislite versi 3 sehingga layanan perpustakaan lebih efektif dan efisien. Berbagai koleksi buku bacaan sudah disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan kegermaran dari masyarakat. Tidak cukup sampai disitu, ruangan terbuka perpusdes pun diperluas dengan membuat ruang baca terbuka sekaligus tempat belajar bahasa inggris yang dinamakan Markonah. Di tempat ini pun Tim Juri nasional dibuat terkesima dengan kondisi markonah yang asri, sejuk dan didesain unik ala anak muda jaman sekarang sehingga pengunjung bisa berselfie di tempat yang instagramable. Ini merupakan inovasi yang menarik dan sangat baik dalam rangka meningkatkan budaya literasi di tengah-tengah kehidupan masyarakat desa.
Setelah penilaian kunjungan lapangan ini maka tahap terakhir adalah kepala Perpusdes akan mengikuti sesi presentasi dan wawancara di depan para juri nasional bulan Agustus nanti. Setelah itu akan ditentukan para pemenang juara nasional yang mana Lombok Timur termasuk dalam cluster C yang akan bersaing dengan 5 perpusdes lain.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *