Penelusuran Bekas Telapak Kaki di Suradadi

Tim Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur telah melakukan penelusuran. Bekas telapak kaki yang diyakini memiliki nilai sejarah telah ditemukan. Bekas telapak kaki ini merupakan sebuah batu besar yang di atasnya terdapat sebuah ujung kaki kanan dengan lima jari yang menghadap ke arah Masjid Biturrahman (Masjid Kramat Desa Suradadi). Bekas telapak kaki tersebut berada di Desa Suradadi yang menuju ke arah Terara. Lokasi Bekas telapak kaki sudah diberikan bendera sebagai penanda oleh Laskar Sasak yang menurut rencana akan segera diangkat oleh himpunan Laskar Sasak tersebut.

Berdasarakan penuturan narasumber Bekas Telapak Kaki tersebut merupakan bekas tepalak kaki Gajah Yuse yaitu seseorang yang datang dari Belambangan (Jawa) yang mengajarkan ajaran Pangarsa Suci yaitu ajaran berbuat baik dan benar tanpa ada embel apapun atau tanpa pamrih. Ajaran Pangarsa Suci sendiri merpakan sebuah ajaran kepercayaan namun bukan agama yang memilik enam pokok ajaran, yaitu;

  1. Wujud Nunggal : percayaa danya satu tuhan
  2. Jaya Sakti : memiliki kelebihan atau kesaktian
  3. Jaya Prana : Ahli sedekah
  4. Jaring Sutra : berbuat untuk kepntingan orang banyak
  5. Lelaun Sukma : masuk ke dalam hati
  6. Ayuning sukma : hati yang indah

Dalam melakukan penyebaran ajaran kepercayaannya yaitu Pangarsa Suci, Gajah Yuse membuat sebuah tempat pemujaan, yang kemudian ketika datangnya Raden Mas Panji untuk menyebarkan Agama Islam digunakan sebagai tempat untuk shalat.  Sehingga bekas telapak kaki Gajah Yuse ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan berdirinya Desa Suradadi, karena asal usul kata Suradadi yaitu surau dadi yang memiliki arti tempat untuk beribadah yang sudah jadi yang ditemukan oleh Raden Mas Panji ketika menyebarkan Agama Islam, yang hingga saat ini dikenal dengan Masjid Baiturrahman (Masjid Kramat Suradadi).

 

Tim Bertemu dengan perangkat desa Suradadi
Tim mewawancarai Narasumber
Tanda bekas telapak kaki
Bekas telapak kaki yang diberi tanda oleh Laskar Sasak

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *