Penelusuran Takepan Selandir Rontok

Takepan merupakan segala sesuatu yang tertulis atau naskah yang tertulis di dalam daun lontar. Pada zaman dahulu di Negeri Sasak ini belum ada kertas sehingga segala sesuatu ditulis pada daun lontar. Pada Desa Teros terdapat empat buah takepan yang memiliki cerita berbeda-beda, adapun takepan tersebut yaitu Takepan Rengganis, Takepan Selandir Rontok, Takepan Anak Kidung, dan Takepan Puspa Karma. Semua takepan merupakan peninggalan nenek moyang yang hingga saat ini tidak diketahui siapa dan kapan waktu pembuatannya. Hal inilah yang membuat Tim Penyelamatan dan Pelestarian Arsip/Dokumen Daerah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur melakukan penelusuran. Tim DPK Lotim berhasil bertemu dengan narasumber yaitu Muhir atau yang dikenal dengan panggilan Amaq Pupu di lingkungannya Dusun Selungkep Desa Teros Kecamatan Labuhan Haji.

Takepan Selandir Rontok merupakan naskah kuno yang bercerita tentang Selandir yaitu seorang Raja Sailan  yang dikenal setengah gila, tinggi besar dan memiliki kekuatan seperti 10 (sepuluh) ekor gajah yang mampu dikalahkan oleh Amir Hamzah yaitu Paman Baginda Rasulullah SAW (putra Abdul Muthalib). Amir Hamzah memiliki nama yang sangat banyak, diantaranya yaitu:

Wong Agung               : pengaruh besar

Amiril Mukminin         : pimpinan perang orang mukmin

Kelana Jaya                 : keliling memenangkan perang

Jayeng Rane                : sangat tampan

Jayeng Satru                : pandai berdebat (diplomat)

Jayeng Satri                 : tidak terkalahkan

Dengan segala julukan dan kekuatan yang dimiliki oleh Amir Hamzah, Selandir tidak juga dapat dikalahkannya hingga 30 (tiga puluh) hari 30 (tiga puluh) malam perang tanding berlangsung. Karena terlalu lelah menjalani perang tanding yang tidak dapat terlihat ujung pangkalnya, Amir Hamzah terduduk di bawah pohon hingga tertidur. Dalam tidur tersebut Amir Hamzah bermimpi bertemu dengan Nabi Ibrahim, dalam mimpi tersebut Nabi Ibrahim memerintahkan Amir Hamzah untuk memgambil air wudhu ketika terbangun dan tidak lagi melakukan perang tanding, melainkan mengadu kekuatan yang dimiliki. Amir Hamzah merupakan seseorang yang memiliki kekuatan seperti menempel pada bumi (tidak bisa diangkat). Ketika terbangun Amir Hamzah mengajak Selandir untuk bertanding saling mengangkat, karena kekuatan yang dimiliki oleh Amir Hamzah sehingga Selandir tidak bisa mengangkatnya, dan mengakui kekalahannya dan tunduk kepada Amir Hamzah. Berdasarkan cerita tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Takepan Selandir Rontok merupakan sebuah naskah yang bercerita tentang Selandir yang memiliki kekuatan seperti 10 (sepuluh) ekor gajah yang mampu dikalahkan oleh Amir Hamzah.

 

Tampilan utuh Takepan
Alih media takepan ke bentuk tulisan
Takepan Selandir Rontok
Tim DPK Lotim bersama narasumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *