Kunjungan UMMAT ke DPK Lotim

Pada tanggal 18 Juni 2020, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur mendapatkan kunjungan dari Dekan, dosen dan tenaga kependidikan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi juga membahas agenda kerjasama. Kunjungan UMMAT ini memang berfokus pada keinginan menjalin kerja sama pengembangan sumber daya pengelola perpustakaan di Lombok Timur. UMMAT menganggap Lombok Timur merupakan Kabupaten percontohan di NTB yang berhasil dalam pengembangan perpustakaan desa. Dekan FISIP UMMAT H. Muhammad Ali, sekaligus ketua rombongan mengatakan jika konsekuensi keberadaan perpustakaan desa adalah perlunya pengembangan sumber daya profesional dan berkelanjutan. Peningkatan kapasitas SDM dan layanan informasi yang prima bagi masyarakat harus menjadi tugas seluruh pihak. Dengan demikian akan sangat berdampak pada peningkatan literasi masyarakat NTB secara nasional, ujarnya.

Pihak UMMAT pun menjelaskan jika sudah ada program diploma ilmu perpustakaan yang sudah berdiri sejak lama dan satu-satunya di NTB. Bagi masyarakat khususnya pengelola perpustakaan baik di desa maupun di sekolah yang masih berpendidikan SMA, diharapkan terus memacu kemampuan diri melalui jenjang pendidikan dengan melanjutkan di diploma ilmu perpustakaan yang mana juga sudah tersedia di UMMAT. Hal ini tentu membantu sekali bagi yang ingin lanjut studi mengingat hanya UMMAT di NTB yang bisa memfasilitasi dengan biaya terjangkau. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur, H. Marwan menyatakan siap saja jika diajak kerja sama dengan syarat UMMAT terlebih dahulu menyempurnakan beberapa aspek terkait perkuliahan ini yang dirasa masih belum maksimal. DPK Lotim siap bermitra demi kemajuan masyarakat Lombok Timur. Apalagi harapannya ada sinergitas antara akademisi dan praktisi, di mana UMMAT sudah siap jika menerjunkan akademisinya yaitu dosen-dosen bidang perpustakaan untuk membina perpustakaan desa di Lombok Timur. Bahkan siap melaksanakan kajian/penelitian terkait literasi berbasis perpustakaan desa untuk dapat menjadi referensi/acuan bagi stakeholder terkait dalam menelurkan kebijakan penting kedepannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *